Fakta-fakta Pembunuhan Pasutri yang Mayatnya Dibuang ke Purbalingga - Wawker.com | Berita - Hiburan - Video - Misteri - Konspirasi - Unik - Aneh - Kocak
Loading...

Fakta-fakta Pembunuhan Pasutri yang Mayatnya Dibuang ke Purbalingga

Loading...
Pasangan suami istri Zakaria Husni (57) dan Zakiya Masrur (52) ditemukan tewas di Sungai Klawing Desa Plumbungan, Kecamatan Bobotsari, Purbalingga. Polisi mensinyalir pelaku sengaja membuang jauh mayat korban untuk menghilangkan jejak.



Keduanya merupakan warga Jalan Pengairan No. 21 RT 11 RW 6, Kelurahan Bendungan Hilir, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Di lantai atas rumah korban terdapat empat kamar kos. Hanya dua terisi. Penghuni wanita sempat mendengar adanya keributan.

Polisi belum dapat memastikan apakah keduanya dibunuh di rumah atau di perjalanan. "Iya ditemukan bercak darah, tapi kan bisa saja mungkin di jalan disekap, abis itu ditaruh bagasi. Jadi bisa saja bercak darah di rumah itu karena dia sempat diserang," tutur Kapolsek Tanah Abang AKBP Lukman Cahyono, Selasa (12/9).

Hasil pemeriksaan di rumah pengusaha garmen itu ditemukan sejumlah harta korban berupa emas, uang dalam brankas, sertifikat dan mobil Altis menghilang. Meski begitu polisi belum dapat menyimpulkan motif pembunuhan tersebut.

"Masalah itu kita belum tahu, apakah di perjalanan, apakah di Purbalingga. Yang jelas nanti autopsi yang bisa menunjukkan. Tunggu hasil dulu ya," tuturnya.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Purbalingga, Ajun Komisaris Polisi Tarjono Sapto Nugroho mengatakan informasi didapat mayat tersebut dibuang dari mobil berwarna hitam.

Namun untuk jenis dan nopol belum diketahui. Saat ini pihaknya terus melakukan tukar data dengan Polda Metro Jaya.

"Kami lakukan tukar data untuk secepatnya dilakukan pengungkapan kasus," kata Sapto saat dihubungi merdeka.com, Selasa (12/9).

Sapto mengatakan dua mayat yang ditemukan tepat di bawah Jembatan Dusun Penisihan dalam keadaan terbungkus bed cover dengan keadaan tangan dan kaki terikat tali itu, memang korban pembunuhan dan perampokan.

Ia menjelaskan, dibuangnya dua mayat di Purbalingga untuk menghapus jejak pembunuhan. Diketahui kedua korban mengalami pukulan benda tumpul di bagian kepala dan sabetan benda tajam di bagian leher.

Korban juga mengalami pembengkakan lantas digulung ke bedcover. Diduga selama perjalanan korban mengalami kehabisan napas sebelum dibuang ke sungai Klawing, Purbalingga.

"Di buang di Purbalingga untuk menutupi jejak membuang korban sejauh mungkin dari lokasi pembunuhan," tuturnya.

Satria, marbot musala tepat di depan rumah Husni mengungkapkan jika korban sempat bercerita permasalahan bisnisnya di Pekalongan. Diketahui, Husni mempunyai pabrik garmen di Kota Batik.

"Kalau hari-hari ini sering pergi ke sana, kemarin-kemarin sih cerita sama saya lagi ada masalah di Pekalongan, masalah perusahaan di sana," ujar Satria saat ditemui di sekitar rumah korban, Jalan Pengairan Raya No. 21 RT 11 RW 06, Tanah Abang, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, Selasa (12/9).

Selain itu, Satria juga mengingat betul pakaian terakhir yang dikenakan mendiang Husni. Sebab, sebelum tewas, Husni sempat salat berjemaah dengannya. "Jadi mungkin kejadiannya habis magrib," imbuhnya.

Di mata Satria, baik Husni maupun Zakiyah merupakan sosok yang taat beribadah. Husni sering memimpin salat berjemaah di musala tersebut.

Satria kembali mengingat pesan mendiang Husni yang ternyata merupakan kalimat terakhirnya. "Kalau pesan waktu saya bersih-bersih berdua sama beliau ya musala itu dijaga, dirawat, cuma begitu saja pesannya," kenangnya. (merdeka.com)
Loading...

Kesehatan dan Bisnis

Loading...