Myanmar diminta berhenti berpura-pura drama bermain Rohingya bakar rumah mereka sendiri - Wawker.com | Berita - Hiburan - Video - Misteri - Konspirasi - Unik - Aneh - Kocak
Loading...

Myanmar diminta berhenti berpura-pura drama bermain Rohingya bakar rumah mereka sendiri

Loading...
Kepala HAM PBB Zeid Ra'ad al-Hussein mengecam penyangkalan Pemerintah Myanmar atas kebrutalan militernya yang membakar desa-desa etnis Rohingya di Rakhine. Kelompok minoritas tersebut selama ini dituduh pemerintah membakar rumah mereka sendiri.



”Pemerintah Myanmar harus berhenti berpura-pura bahwa Rohingya membakar rumah mereka sendiri dan meletakkan sampah ke desa mereka sendiri,” kecam al-Hussein di Jenewa, kemarin.

Pemerintah yang secara de facto dipimpin Aung San Suu Kyi tersebut, menurut al-Hussein, telah melakukan penyangkalan atas kenyataan.

Kepala HAM PBB juga menganggap apa yang terjadi di negara bagian Rakhine atau Arakan sebagai pembersihan etnis yang dilakukan otoritas militer Myanmar.”Tampaknya merupakan contoh buku teks pembersihan etnis,” katanya.

Sementara itu, Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina pada hari Selasa (12/9/2017) mengunjungi sebuah kamp pengungsi Rohingnya. Dia mengatakan, kekerasan di Rakhine telah membuatnya seperti terdiam.

Dia menuntut Myanmar untuk mengambil langkah guna membawa warga negaranya kembali. Dia meyakinkan pemberian bantuan kepada pengungsi Rohingya sebelum dibawa pulang oleh pemerintah Myanmar.

”Kami tidak akan mentoleransi ketidakadilan,” katanya di kamp pengungsi Kutupalong, di dekat kota perbatasan Ukhiya di Distrik Cox's Bazar, seperti dikutip Washington Post.

Jumlah pengungsi Rohingya yang membanjiri Bangladesh sejak kekerasan terbaru pecah di Rakhine telah mencapai sekitar 313.000 jiwa. Kekerasan terbaru dimulai sejak 25 Agustus 2017 ketika gerilyawan Rohingya menyerang pos-pos polisi yang menewaskan 12 petugas. Serangan itu direspons militer secara brutal yang menurut saksi dan para aktivis sebagai pembantaian massal. (sindonews.com)
Loading...

Kesehatan dan Bisnis

Loading...