Loading...

Mau mau niru gaya seperti dalam film rebut senjata anggota, BNN tanpa ampun langsung dor tembak mati pengedar narkoba

Tanggal Update

Selanjutnya Next Post
Sebelumnya Previous Post
Loading...
Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jatim tidak memberi ampun kepada para pengedar narkoba yang kerap beraksi di Jawa Timur. Badan bentukan pemerintah itu kembali menembak mati seorang pengedar narkoba kelas kakap. Dia adalah Roni, 34, warga Jalan Banyu Urip Kidul VI. Dia ditembak mati karena nekat melawan petugas BNNP Jatim saat ditangkap.


Tembak mati oleh petugas BNNP terhadap Roni dilakukan saat bandar narkoba ini dikeler untuk menunjukkan lokasi penyimpanan narkoba milik jaringan yang dipimpinnya di Jalan Rungkut Lor, Kecamatan Rungkut, Surabaya. Karena melawan dan membahayakan petugas, Roni ditembak mati dan jenazahnya langsung diangkut ke kamar mayat RSU dr Soetomo.

Selain Roni, BNNP Jatim juga menangkap empat tersangka lainnya yakni Lita, 31, yang juga istri Roni; Cepy, 25, yang kontrak di Jalan Simo Jawar VII; Hadi Prayitno, 53, yang tinggal di pergudangan Donowati V, dan Moh Taufik, 32, warga Jalan Rungkut Lor gang III.

Jaringan ini ditengarai kerap beraksi di kawasan Sukomanunggal dan beberapa tempat di Jawa Timur lainnya. Dari tangan keempat pelaku yang masih hidup, petugas BNNP Jatim mengamankan barang bukti sabu-sabu (SS) seberat 2,5 kg.

Kepala BNNP Jatim Brigjen Pol Fatkhur Rahman mengatakan bahwa jaringan ini kerap beraksi di beberapa tempat. Dimana Roni bersama istrinya Lita merupakan pengendali jaringan ini. "Setiap beraksi, jaringan ini mengedarkan sabu lebih dari lima kilogram," terang Fatkhur, Rabu (4/10).

Fatkhur mengatakan jika jaringan ini sudah sekitar tiga tahun beraksi di Jawa Timur. "Jaringan ini selalu memecah barang bukti (narkoba) di tiga tempat, seperti di Rungkut, Banyu Urip, dan Donowati," katanya.

Saat berhasil ditangkap, Roni dikeler ke tempatnya menyimpan sabu di Jalan Rungkut Lor. Namun, dia malah melawan sehingga petugas langsung menembak pelaku mengenai dadanya sebelah kiri. "Pelaku tewas seketika di tempat kejadian," ucap Fatkhur.

Lebih lanjut dia menceritakan bahwa penangkapan ini terjadi Senin (2/10) malam sekitar pukul 21.45. Saat itu, petugas BNNP Jatim yang mendapatkan informasi adanya bandar sabu yang beraksi di kawasan Sukomanunggal.

Saat itu juga, petugas BNNP Jatim berhasil menangkap dua tersangka yakni Roni dan istrinya Lita di rumahnya di kawasan Banyu Urip Kidul VI. Setelah itu, petugas kembali menangkap Cepy di kawasan pergudangan Donowati dimana petugas mengamankan barang bukti sabu seberat 500 gram.

Tak cukup dari sini, petugas BNNP Jatim meminta Roni menunjukkan tempat persembunyian sabunya di kawasan Rungkut. Namun saat itu, Roni mengelak dan berusaha kabur. Bahkan, dia melawan petugas dengan merebut pistol milik petugas BNNP Jatim yang mengawalnya.

Saat itu juga, petugas sigap dan langsung melumpuhkan pelaku dengan menembak tepat mengenai dada sebelah kiri. Seketika itu juga pelaku tewas di lokasi kejadian dengan bersimbah darah.

Setelah itu, petugas BNNP Jatim membongkar gudang penyimpanan sabu milik tersangka yang ada di kawasan Rungkut dan Simo Jawar. Dari sana, petugas berhasil menangkap Hadi Prayitno dan M Taufik dengan barang bukti sabu-sabu seberat 2 kg ( Jawapos.com )
Jelajah Artikel Lainnya
Loading...