Loading...

Ngakak online, Mahasiswa KKN ajak pemuda sekitar buat usilin miss kuntilanak

Tanggal Update

Selanjutnya Next Post
Sebelumnya Previous Post
Loading...
Kuliah Kerja Nyata (KKN) saat masa-masa kuliah adalah pengalaman yang tak terlupakan. Ini karena mahasiswa dikirim ke daerah pelosok untuk membantu masyarakat sekitar. Berbagai pengalaman seru bertemu dengan orang-orang baru, lingkungan baru dan pengalaman baru didapat di sini.



Namun bagaimana bila KKN ini berubah menjadi pengalaman yang menyeramkan yang tak pernah terlupakan seumur hidup?

Inilah cerita yang dibagikan pemilik akun facebook Mada Karisma di grup Kerabat Keliling Jogja, 4 Oktober 2017. Singkat cerita, Mada Karisma dan rekan-rekan sekampusnya melaksanakan KKN di sebuah daerah pelosok di Provinsi DI Yogyakarta.

Oleh warga sekitar, Mada Karisma ini dianggap 'sakti'.  Ia kerap mengajak pemuda kampung tempat KKN mengusili makhluk gaib. Suatu hari, beberapa pemuda mengajaknya ke sebuah tempat sangat seram di Gua Jepang dekat pantai selatan.

Di sinilah awal mula kisah seram itu dimulai. Simak selangkapnya tulisan tersebut berikut ini:

(KKN) Kuliah Klenik Nyata

Kisah ini terjadi di tahun 2000 ketika saya ditugaskan oleh almamater, untuk mengabdi pada masyarakat, yakni KKN...jaman dimana usia kami masih suka coba - coba.. dan sisa2 keusilan masa remaja masih tersisa...

Bagi sebagian mahasiswa yang terbiasa hidup di kota, mungkin KKN adalah hal yang kurang mengenakkan... dimana harus hidup di pinggiran kota yang jauh dari segala fasilitas. Namun tidak dengan sy... sudah sy bayangkan sebelumnya, KKN adalah tamasya yang indah, hidup di desa dengan udara syejuk dan jauh dari hiruk pikuk suasana kota.

Namun bayangan indah itu sempat musnah gara2 pak Dosen DPL (dosen pembimbing lapangan) wanti-wanti kalo wilayah yang akan ditempati bersama temen2 adalah kawasan "merah" dimana desa tersebut waktu itu banyak pemuda nya yg reseh alias usil... Dan tukang tawuran

Dan ndilalah .. sy didapuk menjadi kormasit.. alias komandan diantara 5 temen sy.. ya sy paham betul .. temen2 pastinya ndak mau repot dengan segala beban dan tanggung jawab... makanya, mereka memilih sy menjadi ketua... finnaly sy diplekotho menjadi ketua mereka... hahaa... no problem.... liat saja nanti.. Batin sy...

Hari pertama kami diterjunkan di desa .. Letaknya di ujung selatan kota Jogja... Suasana yang asri dan hamparan sawah yang luas... Sungguh sangat menyenangkan..

Hari itu ternyata ada warga meninggal.. Usai menaruh barang dan menata tempat kami tinggal selama 2 bulan ke depan ... Kami berangkat takziah...

Dan benar... Ada beberapa pemuda dengan sorot mata tajam melihat kami kurang suka... Ntah itu karena pikiran yg sudah tertanam gara² omongan pak dosen DPL.. Atau memang niat mereka seperti itu..

Abaikan... Pikir sy...tak kenal maka tak sayang...

Kebiasaan warga di desa tersebut setiap ada orang meninggal atau hajatan menikah adalah "lek² an" ....

Begadang selama 7 hari berturut² sampai pagi...

Dan... Tentu saja sambil bermain kartu.. hampir sebagian besar warga desa waktu itu menggunakan taruhan uang.. Sy dan 3 orang teman laki² lain nya hanya diam dan sesekali mengobrol...

Pernah sy mau ikut judi kartu tersebut.. Gara² bosan ... Tp oleh salah satu pemuda yg usianya jauh diatas sy... Dilarang... "Ampun mas... Njenengan niku ten riki KKN lo"... "Mengkih ndak saru"

"Oh nggih... Ngapunten mas.." Jawab sy...

Hingga hari ke 4..

Hari² msh membosankan ketika malam hari di tempat takziah tersebut...Ndilalah.. Ada 1 kartu remi menganggur.. Saya ambil ... Lalu sy tawarkan salah satu pemuda untuk sy ramal.. Hahaa

Waktu itu sy memang pernah belajar ramal² kartu dari simbah...Pokoknya mbuh... Mendadak bisa saja..

Akhirnya acara meramal pun dimulai... Ramal pake kartu remi... Nah ini Jauh sebelum ada tarot... Merebak seperti saat ini... Dulu seingat sy.. Setiap kartu yg diambil oleh orang yg diramal... Seperti ada yg membisiki.. Ini begini... Ini begitu...Tp itu dulu.. Saiki wis ora isoh... Hehee

Acara ramal meramal dari jam 12 baru kelar sekitar pukul 4 menjelang shubuh.. Diakhiri dengan mata merah menahan tangis mas yg sy ramal tadi....

Semua di flashback dan prediksi masa depan nanti nya...

Seingat sy waktu itu ya hanya asal bicara saja.. Tp ternyata bisa menyentuh hati beliau.... (Sy lupa nggambleh apa saja waktu itu)

Ternyata.... Sesi ramal meramal tersebut menyebar diantara para pemuda desa tersebut.... "Cah KKN e kae jebul dukun" ... Begitu mereka menganggap kehadiran kami ditempat tersebut.. Yungalah... Hahaaa
Jelajah Artikel Lainnya
Loading...