Loading...

Pacarnya kerap di omeli oleh emaknya, si cowok pilih bunuh diri

iklan 360 disini
Selanjutnya Next Post
Sebelumnya Previous Post
Loading...
Seorang pemuda berusia 22 tahun berinisial KDY ditemukan tewas tergantung di kusen kamarnya sekitar 04.30 pada Selasa (5/12/2017). KDY diduga bunuh diri lantaran dilarang menikah oleh orang tuanya dengan pacarnya berinisial W.


Hal itu diketahui dari surat yang ditemukan warga di rumahnya di Jl. Bangka II, Gg. 4 RT. 002/08 No. 15.  Tulisan dalam surat tersebut belum dapat dikonfirmasi kepada kedua orang tua korban karena masih dalam keadaan terguncang dan berduka.

Diketahui dari warga sekitar, keluarga tersebut telah tinggal di sana antara tujuh sampai sepuluh tahun. Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengatakan bahwa selain rumah itu, keluarga korban masih memiliki rumah lain di sekitar kawasan tersebut yang disewakan.

Di depan rumah tersebut tampak beberapa kursi plastik berjejer sementara di bagian luar gang terdapat sebuah bendera kertas minyak kuning. Selain warga sekitar, beberapa murid SMK berseragam tampak berkerumun. Murid-murid SMK tersebut diketahui adalah kawan dari adik KDY.

KDY sendiri diketahui baru lulus SMA beberapa tahun lalu. Sehari-hari, lelaki yang dikenal aktif dalam beberapa ormas dan kegiatan-kegiatan masyarakat belum bekerja.

Sebelum wafat, KDY diketahui sempat bekerja sebagai penjaga kios air minum isi ulang. Menurut ketua RT. 02/002, Asymu'i, KDY tengah melamar pekerjaan sebagai Petugas Penanganan Saran dan Prasaran Umum (PPSU).

"Setahu saya kemarin abis interview di PPSU," ungkap Asymu'i yang baru sekitar setahun bertugas sebagai Ketua RT.

Menurut Asymu'i, dirinya jarang berkomunikasi dengan korban mengingat Asymu'i kerap pulang kerja sebagai pekerja bangunan malam hari.

Dikatakan, KDY terakhir berkomunikasi dengannya ketika mengurus Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) untuk melamar pekerjaan.

Asymu'i juga menjelaskan, jenazah KDY sempat dibiarkan tergantung selama beberapa jam untuk mununggu petugas kepolisian dari Polsek Mampang Prapatan.

Menurutnya, petugas kepolisian tiba sekitar pukul 08.00. Setelah petugas menurunkan korban, petugas lalu memberikan surat rujukan agar korban dibawa ke RS. Fatmawati untuk dilakukan visum. Jenazah dibawa sekitar pukul 08.30.

Dari keterangan tertulis kepolisian Polsek Mampang Prapatan, diketahui tidak ada tanda-tanda kekerasan dalam tubuh korban. Di dekat kasur korban ditemukan surat tersebut dalam tumpukan berkas-berkas.

Pacar Kerap Diusir

Dari keterangan warga yang tinggal dekat dengan rumah korban, kekasih korban berinisial W sempat datang ke rumah korban bersama ibunya antara pukul 07.00 sampai pukul 08.00. Menurut warga, perempuan berinisial W tersebut sempat diusir oleh ibu korban.

"Lu yang bunuh anak gua, ngapain lu ke sini!" kata seorang warga menirukan perkataan ibu korban.

Menurut warga tersebut, perempuan berinisial W tersebut sempat pingsan dan dibawa ke rumah Ketua RT. Perempuan berinisal W tersebut diketahui sering berkunjung ke rumah korban, namun kerap diusir oleh ibu korban.

"Sering maen, tapi sering diomelin sama emaknya. Kalo malem minggu kadang duduk di situ berdua,"Kata warga menunjuk sebuah tempat di mulut gang menuju rumah korban. Menurut warga, korban dilarang menikah karena belum memiliki pekerjaan yang jelas dan tidak ingin anaknya bergantung dari uang orang tuanya.

Warga tersebut berpendapat bahwa kematian korban adalah ketidak sengajaan. Itu karena melihat isi surat korban yang menyebutkan bahwa minta dibawa ke rumah sakit dan dijenguk oleh kekasih korban.

Warga tersebut juga menyebutkan bahwa sekitar pukul 23.00 sempat ada seorang warga yang bertemy dengan korban. Menurut warga tersebut, korban tampak terlihat senang.

Menurut perkiraan warga, korban menjalin hubungan dengan kekasihnya sekitar selama dua tahun. "Udah lama, ada kali dua tahunan," ungkap warga tersebut.

Menurutnya, kekasih korban tinggal tidak jauh dari rumah korban. Kekasih korban diperkirakan berumur sepantaran dengan korban dan belum bekerja.

Menurut warga, beberapa tahun silam pernah terjadi hal serupa di sekitar lokasi kejadian. Seorang ibu rumah tangga ditemukan tergantung karena tidak kuat kerap dipukuli suaminya.

Jadi Pelajaran

Setelah kejadian tersebut, Asymu'i berharap hal itu bisa menjadi pelajaran bagi semuanya. Hal itu dikatakan Asymu'i di depan rumah korban pada Selasa (5/12/2017).

"Yah semoga bisa jadi pelajaran buat semuanya dan tidak menjadi fitnah, karena kasian, orangnya udah nggak ada," ungkap Asymu'i.

Asymu'i mengatakan bahwa hal tersebut mengagetkan warga. Hal itu karena tidak ada tanda-tanda akan adanya kejadian teraebut. Warga juga mengatakan bahwa ibu korban tidak memiliki firasat akan kejadian yang menimpa putra pertamanya tersebut.

"Nggak ada firasat, orang kayak biasa aja. Anaknya juga pendiem, nggak kayak anak-anak lainnya. Mabok aja enggak," ungkap warga.

Menurut warga, pada saat kejadian warga sekitar yang terkejut sempat berlarian dan berkumpul di depan rumah korban. Hingga kini, belum ada pihak keluarga korbam maupun kekasihnya yang bisa dimintai keterangan. (gta.tribunnewscom)
Jelajah Artikel Lainnya
Loading...