Tak Kalah Dahsyat, Ini Balasan Korea Utara Setelah Kim Jong Un Diolok-olok Donald Trump - Wawker.com | Berita - Hiburan - Video - Misteri - Konspirasi - Unik - Aneh - Kocak
Loading...

Tak Kalah Dahsyat, Ini Balasan Korea Utara Setelah Kim Jong Un Diolok-olok Donald Trump

Loading...
Masih ingat ketika Donald Trump mengolok-olok Korea Utara lewat sebuah cuitan di Twitter ?

"Saya juga punya tombol nuklir."

"Tapi yang ini jauh lebih besar dan kuat daripada miliknya."

Tentu saja, "tombol saya bekerja!"

Ya, begitulah tulis Donald Trump.

Nah, pernyataan kontroversi Donald Trump mendapat balasan.



Dikutip dari The Independent, media Pemerintah Korea Utara, Rodong Sinmun, menyebut pernyataan Presiden AS ke-45 sebagai efek dari 'kejang-kejang orang gila'.

Dikutip wartawan Grid.ID dari The Independent, media Pemerintah Korea Utara, Rodong Sinmun, menyebut pernyataan Presiden AS ke-45 sebagai efek dari 'kejang-kejang orang gila'.

Secara ringkas, begini bunyi sebuah artikel di Rondong Sinmun.

"Kejang-kejang yang dialami Trump di tahun baru mencerminkan keadaan mental seorang pecundang yang putus asa, yang gagal untuk memeriksa kemajuan kuat dari tentara dan rakyat Korea utara."

"Dia hanya menggertak untuk mendiagnosis diri sebagai seorang psikopat."

Olok-olokan vulgar yang dilakukan Donald Trump terhadap Korea Utara jarang sekali dilakukan oleh sejumlah pemimpin AS terdahulu.

Pernyataan suami Melania Trump tentang tombol nuklir muncul setelah sambutan pidato tahun baru Kim Jong Un.

Sang pemimpin Korea Utara menyatakan senjata nuklir miliknya merupakan ancaman nyata dan memiliki tombol peluncur di mejanya setiap saat.

Tidak hanya itu, juga disebutkan bahwa AS berada dalam jangkauan senjata nuklir Korea Utara.

"Ini adalah kenyataan, bukan ancaman," tegas Kim Jong Un.

Artikel yang baru-baru ini dimuat media Korea Utara juga ikut mengomentari buku Fire and Fury.

Karya ini mengulas hal-hal yang belum diketahui publik tentang Donald Trump.

Disebutkan, penjualan buku yang menelanjangi sisi lain sang Presiden AS mencerminkan, "Sentimen anti-Trump yang meroket dengan cepat di masyarakat internasional."

"Buku anti-Trump menyebar ke penjuru dunia sehingga Trump sedang dihina besar-besaran di seluruh dunia."

Ditegaskan dalam artikel Rondong Sinmun, Popularitas karya Michael Wolff ini, "Meramalkan kematian politik Trump."(grid.id)
Loading...

Kesehatan dan Bisnis

Loading...