Loading...

Brunei juga kecipratan "ulah" Malaysia yang gak bener ngurus Sea Games

Loading...
Ternyata tak hanya bendera Indonesia yang keliru ditampilkan oleh Malaysia sebagai penyelenggara SEA Games 2017. Papan skor digital pada kompetisi renang indah SEA Games di Kuala Lumpur, Malaysia, keliru memperlihatkan bendera untuk para atlet Brunei.


Insiden itu terjadi Jumat (18/8/2017), di Gelanggang Air Bukit Jalil, Kuala Lumpur.

Mengutip laman tribunnews, Alih-alih menampilkan bendera Brunei yang berwarna latar kuning dan berstrip putih-hitam, papan skor malah menampilkan bendera yang nyaris serupa, namun berstrip putih-merah-hitam.

Bendera tersebut keliru ditampilkan di samping nama dua perenang Brunei, Jacqueline Lim dan Nur Hafizah Ahmad.

Bendera berwarna latar kuning dan berstrip putih-merah-hitam, lengkap dengan lambang negara di tengahnya, merupakan bendera militer Brunei.

Pihak penyelenggara dikatakan sempat dikritik warganet atas kekeliruan dalam menampilkan bendera negara itu.

Namun, tidak diketahui apakah Pemerintah Brunei atau delegasinya telah melayangkan protes resmi terhadap itu.

Terjadi kekeliruan dalam pencetakan Bendera Merah-Putih pada buku panduan SEA Games 2017, yang diselenggarakan di Kuala Lumpur.

Isunya pertama kali berembus ke publik melalui cuitan Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, di Twitter, Sabtu (19/8/2017).




Pada buku panduan SEA Games, tampak bendera Indonesia yang seharusnya berwarna merah dan putih terbalik menjadi putih dan merah.

Tak hanya itu, ada juga kesalahan lain di halaman yang berbeda, di mana bendera Indonesia tertukar dengan bendera Thailand.

Baca: Mahfud MD Sempat Berangkatkan 750 Orang Umroh Dengan First Travel


Kasus tersebut kemudian dikabarkan menjadi bahan penyelidikan Polisi Diraja Malaysia.

Dalam penyelidikan, kepolisian akan memeriksa juga soal adanya kemungkinan upaya sabotase menjadi penyebab kekeliruan tersebut.

Hal itu disampaikan oleh Inspektur Jenderal Kepolisian Malaysia Tan Sri Khalid Abu Bakar, Senin (21/8/2017), di Kuala Lumpur.

"Kami menerima sejumlah laporan dan kami akan menyelidiki apakah ada elemen sabotase dalam insiden ini," jelas Khalid.

Menurut Kepala Pengawasan Khusus Polisi Diraja Malaysia Mohamad Fuzi Harun, penyelidikan dilakukan untuk mengetahui penyebab kekeliruan tersebut bisa terjadi.

"Mungkin itu memang kesalahan teknis, namun kami tetap menyelidiki masalah ini dan akan mengambil tindakan atas itu," jelas Harun, Minggu (20/8/2017).

Harun mengatakan penyelidikan dilakukan karena kekeliruan seperti itu seharusnya jangan sampai terjadi.
Loading...