Loading...

Penulis Novel Pembunuhan Ditangkap karena Membunuh 22 Tahun Silam

Loading...
Hidup penulis novel tentang pembunuhan di China ini dianggap lebih aneh dari karya fiksi yang dia buat. Sebab, dia ditangkap atas pembunuhan sebuah keluarga yang terjadi 22 tahun silam.


Selama 22 tahun, polisi di Provinsi Zhejiang timur, China, mencoba untuk memecahkan kasus pembunuhan berdarah dingin terhadap sebuah keluarga di sebuah wisma.

Polisi sudah mengumpulkan setumpuk catatan yang jadi petunjuk untuk menentukan tersangkanya. Namun, setelah lebih dari dua dekade petunjuk itu justru mengarah pada novelis terkenal yang karya-karyanya menceritakan tentang kisah pembunuhan yang tak terungkap.

Menurut sebuah pernyataan polisi, Liu Yongbiao, seorang penulis berusia 53 tahun, ditangkap minggu lalu di rumahnya di Provinsi Anhui bersama dengan seorang penduduk desa bermarga Wang.

Mereka telah didakwa dan mengaku melakukan pembunuhan pada 22 tahun silam.

Pihak berwenang mengatakan kepada The Paper, sebuah media China, bahwa Liu sempat melontarkan komentar aneh saat diborgol. ”Saya sudah menunggu Anda di sini selama ini,” ucap Liu seperti ditirukan polisi.

Liu, yang merupakan anggota Asosiasi Penulis Partai Komunis China, sebuah komunitas bergengsi di China. Asosiasi ini bekerja dengan salah satu penerbit terbesar di negara tersebut. Liu tercatat memiliki sebuah novel yang kemudian berubah menjadi serial televisi.

Dalam kata pengantar novelnya berjudul ”The Guilty Secret”, penulis tersebut mengungkapkan bahwa dia sedang mengerjakan sebuah sekuel yang dibintangi oleh seorang penulis kata-kata bijak yang melakukan serangkaian pembunuhan namun tidak pernah tertangkap.

Kasus pembunuhan yang melibatkan novelis itu terjadi pada malam hari tanggal 29 November 1995. Polisi mengatakan, dua orang mendatangi sebuah wisma di Huzhou, sebuah kota yang indah di Delta Yangtze, dengan maksud untuk melakukan perampokan. Mereka akhirnya mengalahkan pasangan pemilik wisma, cucu mereka serta tamu lainnya.

Namun, otoritas berwenang yang kurang memiliki teknologi forensik yang canggih saat itu kesulitan mengungkap kasus tersebut. Polisi kala itu hanya memiliki satu petunjuk dari tamu wisma bahwa dua pelaku berbicara dengan aksen Anhui yang kental.

Kemudian, setelah hampir 22 tahun, yakni pada bulan Agustus ini, polisi mengatakan bahwa mereka melakukan “terobosan” untuk memecahkan kasus pembunuhan itu. Terobosan yang dimaksud adalah melakukan tes DNA, yang akhirnya mengarah pada Liu dan Wang sebagai pelakunya. (sindonews.com)
Loading...