Loading...

Bidan cantik ditemukan sudah menjadi tulang belulang

Loading...
Dugaan kerangka temuan di Desa Penyombaan, Kecamatan Arut Utara, itu adalah Bidan Dinie Prasetyani (DP) kian menguat. Sumber Radar Pangkalan Bun menyebutkan keluarga bidan mengenali kalung yang ditemukan aparat di lokasi penemuan kerangka.


”Saat ditunjukkan kalung itu, katanya sih mengenali kalau itu punya anaknya. Tapi namanya kalung emas, ya siapa tahu modelnya kebetulan sama,” ungkapnya, Rabu (6/9) pagi.

Meski mengakui mengenali kalung tersebut, keluarga masih berharap kerangka tersebut bukanlah Dinie.

”Mungkin masih bimbang, mau dianggap anaknya tapi kan tidak bisa semudah itu. Harus dibuktikan dengan tes DNA. Tapi yang pasti kalung itu identik dengan kalung yang dipakai Dinie,” katanya.

Pihak keluarga juga berharap aparat segera mengungkap penyebab kematian atau bahkan menemukan pelaku pembunuhan bila memang kerangka itu merupakan korban pembunuhan.

”Kalau ketemu siapa pelakunya pasti mengaku siapa yang dibunuh itu, benar Dinie atau orang lain, sehingga keluarga bisa yakin,” katanya.

Ahli Forensik RSSI Pangkalan Bun dr Erianto mengungkapkan, kerangka berjenis kelamin perempuan. Ini berdasarkan struktur dan juga bentuk tengkorak serta tulang di bagian panggul dan kemaluan.

Ia juga menjelaskan, tulang tengkorak yang ditemukan terlihat di bagian pelipis kiri tampak retakan yang diduga akibat benturan dengan benda keras.

”Retakan itu diduga akibat pukulan atau dibenturkan, kita tidak bisa menyimpulkan, ranah kepolisian nanti yang menyelidiki,” ujarnya.

Jumlah tulang sudah tidak utuh, hanya 38 tulang. “Usia tulang ini diperkirakan lamanya di bawah 3 bulan. Jika diliat dari struktur anatomi tengkorak, usianya sekitar 18-25 tahun jenis kelamin perempuan,” ungkapnya kemarin.

Untuk mengungkap identitas pasti dari kerangka itu, tes DNA akan dilakukan. Dari kerangka diambil sampel dari gigi. Sedangkan dari keluarga yang melaporkan kehilangan keluarga diambil sampel berupa darah dan juga dari kelenjar air liur.

”Kerangka kita ambil gigi, dan sebagai pembanding dari keluarga yang melaporkan kehilangan anaknya itu kita ambil darah dan cairan dari kelenjar liur. Untuk lama proses pemeriksaan dan juga lokasi tes DNA kita serahkan pada polisi,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Kobar yang membawahi puskesmas dan tenaga kesehatan di tingkat desa dr Fachrudin mengatakan, dinkes juga tengah mencari tahu kepastian identitas kerangka tersebut.

”Memang diduga itu salah satu Bidan kami yang dikabarkan hilang. Namun semua perlu dibuktikan secara jelas. Jangan sampai salah karena ini berhubungan dengan keluarga dan nyawa sesorang. Selain itu juga bagian dari pengungkapan sebuah kasus hukum,” katanya.

Ia menuturkan, Dinie merupakan bidan berstatus calon aparatur sipil negara (dulu dikenal CPNS). Dia diangkat dari jalur PTT dan harus bersedia ditempatkan di daerah pedalaman. Sebelum menjadi bidan PTT, warga Arga Mulya itu sempat menjadi Tenaga Kesehatan Sukarela (TKS) di Puskesmas Semanggang.

”Dulu sempat jadi TKS di Semanggang, namun setelah ada rekrutmen PTT dia mendaftar dan ditempatkan di Penyombaan. Kemudian baru di bulan Juni lalu ditetapkan sebagai CASN, SK nya juga baru keluar,” terangnya.
pojoksatu.id
Loading...