Loading...

Emak-emak mendadak intelijen menyusup ke grup pedofil, si emak kaget apa yang ia temukan

Loading...
Mengunggah foto anak saat berpose lucu atau di momen yang berkesan ke media sosial merupakan hal jamak yang dibanggakan orang tua di Indonesia dan di seluruh dunia.  Risrona Simorangkir pun melakukannya. Dia mengunggah foto diri dan putrinya yang berusia tujuh tahun ke Facebook. Itu menjadi kebiasaan baru sejak buah hatinya lahir.

ilustrasi emak-emak
Begitu menemukan sebuah grup yang membagikan foto-foto pelecehan terhadap anak di Facebook, Risrona terkesiap.  Grup tersebut memiliki ribuan anggota. Mereka berbagi foto dan video. Beberapa di antaranya mengatakan mereka juga memproduksi sendiri materi yang diunggah, entah mengambil dari anak tetangga atau saudara mereka.

Anggota grup menyebut si cilik sebagai lolly singkatan dari permen lollipop.  Risrona segera mengingatkan teman-temannya. Mereka memutuskan untuk mencari tahu lebih banyak dengan masuk ke grup itu.

"Kami memiliki komunitas online yang isinya ibu-ibu. Kami bicara tentang pengasuhan anak, kehidupan, atau apapun. Setelah saya mengunggah (artikel itu), beberapa anggota mencoba masuk (ke grup) untuk mendapatkan bukti lebih banyak dan kami mendiskusikan apa yang kami temukan," ujarnya seperti dikutip BBC.


Bukan manusia
Risrona mengaku masuk ke grup itu selama empat jam. Ia tak tahan karena isi grup itu sangat mengerikan. Ia bahkan menyebut para anggotanya bukan manusia karena mengunggah materi itu.

"Anggota grup itu bicara tentang cara mendekati dan merayu anak-anak untuk melakukan hubungan seksual, cara meyakinkan bujang dan upik agar tidak mengadu pada orang tua, dan cara berhubungan seks dengan anak-anak tanpa membuat mereka berdarah," kata dia.

Seorang anggota grup bercerita tentang korbannya. Ia melakukan semua hal bejat itu kepada keponakannya sendiri.

Kawan Rosrina, Michelle Lestari, mengungkapkan para ibu ini pun mulai menyimpan dan mengjepret bukti, termasuk percakapan, tautan profil admin, bahkan nomor telepon.

"Saya melaporkannya ke polisi," kata Lestari.

Kelompok pengasuhan lain telah melaporkan grup itu ke Facebook. Perusahaan media sosial itu kemudian menutup grup laknat tersebut.

Juru bicara Facebook mengatakan kepada BBC, investigasi lanjutan sedang dilakukan kepada individu tertentu.

Pada 14 Maret, empat tersangka akhirnya ditangkap polisi. Kasus ini menjadi perbincangan di media-media lokal. Upaya para orang tua itu mendapatkan penghargaan tinggi.

"The power of emak-emak," demikian komentar salah satu pengguna Twitter. 
republika
Loading...