Loading...

Wanita Ini Tergeletak di Tumpukan Sampah, Ia Menangis dan Berlumuran Darah, Fakta Kelam Terungkap

Loading...
Biasanya, para petugas pembersih jalan menghentikan kendaraannya untuk mengumpulkan sampah. Tak jarang mereka menghalangi jalan untuk sejenak. Beberapa orang memang sudah maklum terhadap situasi ini.




Namun di sisi lain, ada juga yang merasa terganggu. Seperti yang dialami oleh profesor ini. Guru dan profesor mungkin adalah sosok profesional yang cukup disegani. Tanpa mereka, profesi lain nyaris tidak ada.

Namun, ada beberapa catatan saat para guru atau profesor ini bermasalah karena memperlakukan siswa secara kejam, bertindak di luar karakter, dan melakukan hal-hal yang dianggap ilegal di banyak negara.

Untuk kali ini, ada satu profesor yang dianggap mencoreng nama banyak profesor di luar sana. Ini terjadi setelah profesor bernama Ge memukuli seorang wanita yang berprofesi sebagai petugas pembersih jalanan karena alasan yang sangat sederhana: kendaraannya menghalangi jalan mereka.

Ge, bersama dengan seorang kerabat wanitanya, keluar dari kendaraan mereka untuk memarahi wanita itu. Ya, wanita itu membawa truk sampah di depan mereka.

Ternyata, wanita itu berhenti sejenak untuk mengumpulkan sampah. Kata netizen yang berada di tempat kejadian:

"Saya sedang beristirahat di rumah saat mendengar tangisan di luar jendelaku."

"Saya pikir itu adalah anak yang dimarahi oleh orang tua mereka."

"Tapi itu semakin keras dan tidak terdengar seperti anak kecil."

"Jadi, aku berjalan ke jendelaku untuk memeriksanya."

"Saat itulah saya melihat seorang pembersih jalanan wanita perlahan bangkit dari tumpukan sampah di lantai."



Ge dan kerabatnya sedang memarahi tukang sampah

Mereka memukuli wanita itu sampai berdarah, melansir viral4real. Parahnya, mereka pun menolak untuk menghentikan aksi kejamnya. Menurut netizen, teman wanita Ge mendorong pekerja sambil berteriak padanya:

"Berapa banyak uang yang saya hasilkan?"

"Berapa banyak uang yang kamu hasilkan?"

"Kamu tahu sekarang kamu sedang menahan saya untuk menghasilkan uang?"

Saat itulah netizen menyadari tindakan pasangan itu terlalu berlebihan. 



Ia melangkah untuk membantu pembersih jalanan yang malang itu. Petugas kebersihan dipukuli Ge dan kerabatnya . Pria yang tidak disebutkan namanya itu berteriak pada Ge dan kerabatnya:



"Anda melakukan hal kejam pada seorang petugas kebersihan, sadarkah Anda kalau ini adalah hal yang memalukan?"

Begitu netizen pria itu berusaha melerai, penduduk setempat lainnya dan orang-orang yang lewat mulai berkumpul di sekitar mereka.

Bahkan banyak orang ikut mengkritik Ge dan kerabatnya tersebut. Saat itulah Ge menyadari bahwa ada saksi mata. Rencana pelariannya digagalkan oleh beberapa tetangga yang muncul menyaksikan keributan itu.




Pada titik ini, Ge bahkan mencoba membenarkan tindakannya.

Ia bahkan menyalahkan sang petugas kebersihan.

Ge berteriak: "Dia mengizinkan saya memukulinya!"

Netizen memutuskan untuk mengajukan laporan polisi.



Namun netizen itu malah dihentikan oleh seorang pria yang mengaku sebagai asisten Ge.

Pria itu kemudian menjelaskan bahwa Ge baru pulang dari luar negeri. Ge dianggap tidak terbiasa dengan adat istiadat setempat. Netizen kemudian menemukan bahwa Ge adalah seorang profesor di Shaanxi University of Science and Technology, China.

Meskipun netizen itu tidak jadi mengajukan laporan pada polisi, dia yakin profesor itu perlu dihukum sehingga dia tahu letak kesalahannya.

Netizen dan saksi lainnya melacak profesor tersebut dan pergi ke Universitas Shaanxi untuk melaporkannya.

Namun, mereka menemukan bahwa Ge telah dihukum. Sejak insiden itu terungkap, Ge telah menulis surat permintaan maaf yang dimuat di akun Weibo resmi milik Universitas Shaanx
tribunnews
Loading...