Loading...

Misteri aneh siku yang terpotong di majalah Times, banyak yang mengira kesalahan editor

Loading...
Majalah Times mengusung tema "The Silence Breaker" dalam edisi terbarunya. Namun mata netizen tertuju pada siku yang terpotong pada cover tersebu Aksi global bertajuk #MeToo gencar digerakkan untuk menyerukan perhatian kepada isu seksisme dan pelecehan seksual yang terjadi kepada wanita.


Majalah Times Amerika mengusung tema tersebut dengan menggandeng nama nama penting "The Silence Breakers" yaitu mereka yang berani menyerukan suaranya seperti penyanyi Taylor Swift yang baru baru ini memenangkan gugatan melawan David Mueller atas tuduhan pelecehan seksual; Aktris Ashley Judd yang menjadi berjuang memprotes Harvey Weinstein; Adama Iwu, Penyelenggara Kampanye We Said Enough; Susan Fowler, mantan teknisi Uber yang mengekspos seksisme perusahaan Uber; serta Isabella Pascual, seorang pekerja yang memakai nama samaran untuk melindungi keluarganya. 




Perhatian netizen tidak hanya sampai disitu, mata mereka tertuju kepada gambar wanita yang seolah terpotong sehingga hanya sikunya yang terlihat. Sebuah kesalahan kah?


Pesan menyentuh
Gambar yang cropped bukanlah kesalahan editor, melainkan disengaja untuk membentuk suatu pesan yang kuat  Pimpinan Redaksi Majalah Time Edward Felshental mengemukakan bahwa siku tersebut menggam. arkan bahwa masih banyak wanita diluar sana yang menghadapi masalah seksisme dan kekerasan seksual, namun tidak bisa berbicara karena banyaknya ancaman dan tekanan pada mereka.

Gerakan sosial #MeToo bertujuan agar tidak ada lagi masalah seksisme yang mengesampingkan hak wanita. Semua wanita adalah kuat, berani, dan berhak dihargai dan dihormati. ( brilio.net )
Loading...