Loading...

Kesel barang yang dikirim gak sesuai dengan didalam foto, istri calon bupati ngamuk "jangan macam-macam kamu, suami saya calon bupati !"

Loading...
Gak bisa dipungkiri, di Indonesia jabatan itu bener-bener berpengaruh banget. Karena mendapatkan rasa hormat yang tinggi dari masyarakat, kadang para pejabat bisa lupa daratan. Mereka merasa bisa melakukan apa saja karena dia memiliki kekuasaan. Kekuasaan yang seharusnya digunakan untuk melayani rakyat, malah disalahgunakan untuk memperkaya diri sendiri dan menindas orang lain.

Karena itu, sering banget ditemuin orang yang membawa-bawa jabatan dirinya, keluarganya, atau kenalannya, ketika sedang berdebat. Kamu pasti masih inget kasus seorang anak SMA yang membawa-bawa nama seorang pejabat tinggi di instansi polri, ketika mobilnya diberhentikan polwan saat melakukan konvoi kelulusan. "KUTANDAI KAU YA!" Dan sejak kasus ini, berbagai orang yang berbuat kesalahan diangkat menjadi duta. Sungguh mengherankan.

Membanggakan jabatan juga dilakukan oleh wanita di bawah ini. Awalnya dia kesal karena barang yang dia pesen tidak sesuai dengan keinginan. Padahal, emang dianya yang salah. Karena ogah mengakui kesalahan, dia pun marah-marah kepada penjual online shop.

Sejak kapan coba size 7 berarti 7 cm. Ini orang belajar ngukur sepatu pake timbangan cabe kali ya. Dia lalu memaksa untuk meminta fund. Mungkin maksudnya dia mau melakukan penggalangan dana. Tak cukup melakukan penggalangan dana, dia lalu mengeluarkan senjata pamungkas.



FUNT itu apalagi coba? Rasanya pengen ane funtir batang lehernya. Mana pake jabatan suami lagi. Padahal suaminya juga masih sebagai calon bupati. Belum tentu menang. Dan kayaknya gak bakal menang. Bisa kamu bayangkan kalau suaminya terpilih jadi bupati? Pasti dia make sepatu berukuran 7 cm.

Beginilah penyakit yang masih sering terjadi di masyarakat kita. Begitu membanggakan status sosial untuk menekan orang lain. Kalau kamu ngadepin orang kayak gini, apa yang akan kamu katakan kepadanya? ( keepo.me )
Loading...