Loading...

Naudzubillah, ketakutan rasulullah akhirnya kini terjadi

Loading...
Apa yang di takutkan Rasulullah Salallahualaihiwassalam benar-benar terjadi.



Seluruh doa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dikabulkan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Namun, ada satu doa yang tidak dikabulkan-Nya. Doa itu terkait dengan umatnya. Yang boleh jadi, terjadi pada generasi kita dan karenanya kita patut waspada.


رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- صَلاَةً فَأَطَالَهَا قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّيْتَ صَلاَةً لَمْ تَكُنْ تُصَلِّيهَا قَالَ أَجَلْ إِنَّهَا صَلاَةُ رَغْبَةٍ وَرَهْبَةٍ إِنِّى سَأَلْتُ اللَّهَ فِيهَا ثَلاَثًا فَأَعْطَانِى اثْنَتَيْنِ وَمَنَعَنِى وَاحِدَةً سَأَلْتُهُ أَنْ لاَ يُهْلِكَ أُمَّتِى بِسَنَةٍ فَأَعْطَانِيهَا وَسَأَلْتُهُ أَنْ لاَ يُسَلِّطَ عَلَيْهِمْ عَدُوًّا مِنْ غَيْرِهِمْ فَأَعْطَانِيهَا وَسَأَلْتُهُ أَنْ لاَ يُذِيقَ بَعْضَهُمْ بَأْسَ بَعْضٍ فَمَنَعَنِيهَا

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melakukan shalat yang amat panjang. Melihat hal tersebut para sahabat bertanya, “Tidak biasanya Anda melakukan shalat seperti itu.” Beliau menjawab, “Ya, benar. Shalatku itu adalah shalat raghbah (penuh harap) dan rahbah (takut kepadaNya), dalam shalatku itu aku memohon kepada Allah tiga perkara, Dia mengabulkan dua perkara sedangkan satunya lagi tidak dikabulkan. Aku memohon agar umatku tidak binasa oleh bencana kelaparan, maka Dia mengabulkan permohonan ini. Aku memohon agar umatku tidak dikuasai oleh musuh dari luar mereka, Dia pun mengabulkannya. Namun ketika aku memohon agar umatku tidak merasakan kekejaman di antara sesamanya, Dia tidak mengabulkannya.” (HR. Tirmidzi; shahih)

Demikianlah Rasulullah sangat berharap agar umatnya tidak binasa. Allah mengabulkan doa Rasulullah agar umatnya tidak binasa karena kelaparan dan serangan musuh.

Namun yang membuat Rasulullah bersedih, kebinasaan umat bisa terjadi manakala sebagian muslim berbuat kejam terhadap muslim yang lain.

Maraknya kasus-kasus yang terjadi di kalangan umat muslim memunculkan kebenaran tentang apa yang di takutkan Rasullullah SAW.

Sebagai contoh kasus yang terjadi akir-akir ini:

Dua pria di alun-alun Kabupaten Ngawi, Senin (8/1/2018), menjadi perhatian banyak orang.

Pengunjung di alun alun Kota Ngawi mendadak dikejutkan dengan ulah dua pria, belakangan masing masing diketahui bernama Supriyanto (29) dan Ary Saputro.

Kedua pria itu berkelahi lantaran memperebutkan seorang wanita bernama Novi (25) warga Kecamatan Jogorogo, Kabupaten Ngawi.

Perempuan berusia 26 tahun dari Bandung ini menjadi miliarder

Kejadian perkelahian itu bermula, ketika Supriyanto warga Desa Padaran, Kecamatan/Kota Rembang, Jawa Tengah memergoki istrinya Novi, sedang berduaan dengan Ary Saputro, warga Desa Gelung, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, di taman alun alun Ngawi.

Kasat Reskrim Polres Ngawi AKP Maryoko yang dikonfirnasi membenarkan aksi perkelahian dua pria memperebutkan perempuan itu di alun alun Kota Ngawi.

“Perkelahian itu dipicu karena rasa cemburu, karena istrinya berduaan dengan pria lain. Apalagi istri Supriyanto sempat menghilang beberapa hari,”kata AKP Maryoko.

Dikatakan AKP Maryoko, ketiganya seketika itu dibawa ke Mapolres untuk dimintai keterai ihwal perkelahian itu.

“Selain membawa ketiganya ke Polres, kami juga mengamankan barang bukti berupa pisau lipat milik Ary Saputra. Ini masih kita periksa,”ujar Kasat Reskrim Maryoko.

Ketakutan Rasullullah Benar-benar terjadi

Kasus diatas hanya satu contoh kecil dari berbagai kasus yang terjadi belakangan ini.

Kita melihat sejak zaman sahabat, umat Islam tak terkalahkan ketika mereka bersatu menghadapi musuh-musuhnya.

Namun manakala terjadi perpecahan, sesama muslim saling menyakiti, timbullah kerugian besar di kalangan umat Islam.

Maka kita patut menangis melebihi kesedihan Rasulullah, ketika umat ini saling bermusuhan dan saling menyakiti. Kita patut waspada, bahwa jika kita saling membenci dan menyakiti sesama umat Islam, kita tergolong umat yang akan binasa. Seperti doa Rasulullah yang tidak dikabulkan Allah tersebut ( wajibbaca.com )
Loading...