Loading...

Siap-siap, Facebook terancam diblokir pemerintah

Loading...

Indonesia menjadi negara ketiga terbanyak atas bocornya data pengguna Facebook yang baru saja diungkap. Sebanyak 1 juta data pengguna FB di Indonesia dicuri, sementara urutan pertama adalah AS dengan 70,6 juta, Philiphina 1,1 juta.

Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara mengungkapkan kekhawatiran bahwa individu atau kelompok terorganisir akan menguasai data itu untuk kepentingan pribadinya. Chief Technology Officer (CTO) Facebook Mark Schoepfer merilis daftar pengguna berdasarkan negara yang paling terdampak dari kebocoran data ini.

Mayoritas berasal dari Amerika Serikat sebanyak 70,6 juta akun atau 81,6 persen. Facebook mengungkap jumlah pengguna yang datanya dimanfaatkan oleh Cambridge Analytica mencapai 87 juta akun, lebih banyak dari laporan awal sekitar 50 juta akun.

Indonesia menjadi negara ketiga terbanyak atas bocornya data pengguna Facebook yang baru saja diungkap. Sebanyak 1 juta data pengguna FB di Indonesia dicuri, sementara Urutan pertama adalah AS dengan 70,6 juta, Philiphina 1,1 juta.

Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara mengungkapkan kekhawatiran bahwa individu atau kelompok terorganisir akan menguasai data itu untuk kepentingan pribadinya.

"Jika saya harus menutupnya, maka saya akan melakukannya," kata Rudiantara dalam wawancara kepada Blomberg.

" Terbukti Indonesia sebelumnya telah memblokir aplikasi perpesanan, Telegram. Saya akan melakukannya. Saya tidak ragu untuk melakukannya lagi," tegas Rudiantara.

Seperti dilansir dari Washington Post, melalui blog perusahaan, Chief Technology Officer (CTO) Facebook Mark Schoepfer merilis daftar pengguna berdasarkan negara yang paling terdampak dari kebocoran data ini. Mayoritas berasal dari Amerika Serikat sebanyak 70,6 juta akun atau 81,6 persen.

Indonesia berada di peringkat ketiga dalam daftar tersebut dengan 1 juta lebih akun, satu nomor di bawah Filipina dengan 1,1 juta lebih akun.

Facebook mengungkap jumlah pengguna yang datanya dimanfaatkan oleh Cambridge Analytica mencapai 87 juta akun, lebih banyak dari laporan awal sekitar 50 juta akun.

Sebagai tanggung jawab Facebook mengubah sejumlah kebijakan di sana-sini mulai dari penggunaan application program interface (API), kolom pencarian, hingga halaman login.

“Secara keseluruhan kami percaya perubahan ini akan melindungi informasi seseorang lebih baik sembari membantu para pengembang menciptakan pengalaman yang berguna,” tulis Schoepfer, dalam Blog FB. ( sindonews.com )

0 Response to "Siap-siap, Facebook terancam diblokir pemerintah"

Loading...